Sosialisasi Kegiatan Penyusunan Potensi Obyek Konsolidasi Tanah di Kantor Kecamatan Bekasi Timur

Pada hari Selasa, 1 November 2016, Kantor Pertanahan Kota Bekasi mengadakan Sosialisasi PPOKT di Kantor Kecamatan Bekasi Timur. Acara dihadiri oleh Unsur Pengurus RW dan RT, Unsur Tokoh Masyarakat/Agama/Pemuda dan unsur warga masyarakat. Acara dibuka oleh Camat Bekasi Timur, Drs. Nadih Arifin, M. Si., sambutan dari Kepala Seksi Pengaturan dan Penataan Pertanahan, Zumratul Aini, A. Ptnh,M.M serta pemaparan mengenai Potensi Obyek Konsolidasi Tanah di Kecamatan Bekasi Timur oleh Kepala Sub Seksi Landreform dan Konsolidasi Tanah, Niluh Ketut Suriartika, S.H. Hadir sebagai narasumber, yaitu Dr. Sigit Santosa, S.Si, M.App.Sc, Kepala Seksi Perencanaan Konsolidasi Tanah dari Direktorat Konsolidasi Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Konsolidasi Tanah diadakan untuk membantu Pemerintah Daerah dalam menata bagian wilayahnya yang tidak teratur sesuai Rencana Tata Ruang dan Rencana Pembangunan Daerah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Konsolidasi Tanah merupakan alternatif strategi yang ditawarkan dalam penyediaan tanah untuk pembangunan, karena melalui Konsolidasi Tanah, masyarakat tidak tergusur tetapi turut serta berpartisipasi menyumbangkan tanahnya, turut serta menikmati hasil pembangunan seperti nilai tanahnya menjadi naik, tersedianya fasilitas umum dan fasilitas sosial, memperoleh lingkungan yang tertata, serasi, selaras dan seimbang, serta memperoleh jaminan kepastian hak atas tanah karena menerima sertipikat.

Namun pelaksanaan Konsolidasi Tanah selama ini tidak luput dari beberapa kendala sehingga penyelesaiannya tidak sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan atau bahkan tidak terlaksana. Dari hasil monitoring dan evaluasi selama ini diketahui bahwa kendala atau terhambatnya pelaksanaan Konsolidasi Tanah adalah antara lain kurangnya pemahaman masyarakat, ketidaktepatan pemilihan lokasi, waktu pelaksanaan yang hanya satu tahun anggaran, serta kurang dukungan pemerintah daerah dalam membangunn infrastruktur di lokasi Konsolidasi Tanah, yang memang merupakan hasil koordinasi dengan pengambil kebijakan di daerah.

Dalam memilih lokasi Konsolidasi Tanah diperlukan suatu alat yang dapat digunakan sebagai penuntun untuk meminimalkan kendala atau ketidak berhasilan pelaksanaan kegiatan ini. Alat yang dimaksud berupa data-data wilayah yang berpotensi untuk dilaksanakan Konsolidasi Tanah, hal ini dilakukan melalui kegiatan Penyusunan Potensi Obyek Konsolidasi Tanah (PPOKT) yang menyediakan data spasial dan tekstual dalam rangka menyelenggarakan penataan tanah atau Konsolidasi Tanah untuk pembangunan wilayah, peremajaan kota, optimalisasi lahan pertanian skala kecil dan areal pengembangan lainnya.

Sosialisasi PPOKT perlu dilaksanakan untuk memberi pemahaman tentang maksud, tujuan dan manfaat Konsolidasi Tanah, sehingga masyarakat dan pihak-pihak terkait memahami dan mau berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan Konsolidasi Tanah.